Artikel Terkini

Linux Mint 12 "Lisa" Edisi KDE Tela…

Linux Mint 12

Tim pengembang Linux Mint memperluas dukungannya untuk beragam desktop Linux dan  merilis edisi KDE dari distribusi Linux Mint 12 "Lisa". Linux Mint 12 KDE berbasis keluarga Ubuntu 11.10 "Oneiric... Read more

Home Software Berita Distro Fedora 11 Leonidas
Fedora 11 Leonidas
Rabu, 10 Juni 2009 00:14

Dua minggu sesudah jadwal resmi, akhirnya Leonidas sebagai rilis nomor sebelas dari Sistem Operasi Fedora resmi diluncurkan pada tanggal 9 Juni 2009. Fedora 11 datang tidak hanya dengan penampilan anyar, ia juga dilengkapi banyak fitur-fitur Linux terbaru seperti OpenOffice 3.1 dan Firefox 3.5 yang barangkali tidak lama lagi akan disusul oleh distro-distro lainnya.




Pembaruan yang paling mencolok adalah dukungan terhadap Kernel-based Mode-Setting (KMS) bersama chipset Intel dengan fitur grafis terintegrasi, termasuk semua produk Radeon. Walaupun Fedora 10 sebelumnya dengan beberapa versi Radeon telah mendukung teknologi ini, diklaim bahwa dibantu menggunakan fitur kernel dimungkinkan kendali lebih luas terhadap GPU (Graphics Processing Unit) yang juga bertanggungjawab terhadap penyetelan monitor termasuk resolusinya. Alhasil, menggunakan teknik ini, kini layar monitor tidak lagi berkedip (flickering) misalnya saat di luncurkan desktop X-server maupun pada saat transisi ke konsol teks, termasuk sejumlah peningkatan kemampuan grafis lainnya.

Konfigurasi komponen yang digunakan Leonidas mendukung fitur KMS menggunakan kernel Linux 2.6.29, X-Server 1.6 dengan Direct Rendering Infrastructure 2 (DRI2) dan arsitektur akselerator 2D UXA. Semuanya adalah komponen yang nantinya juga digunakan Intel membangan sistem grafisnya. Fedora adalah distro besar pertama yang mengadopsi teknologi KMS dengan chipset Intels berikut integrited Graphic.

Kecepatan booting yang acap di jadikan parameter terhadap distro-distro baru, juga mendapat perhatian khusus para pengembang Fedora. Leonidas diklaim mampu lompat dari awal dalam kurun waktu 20 detik.

Tidak sekedar untuk mengikuti trend, di F11 kini 'by default' terpasang sistem file Ext4 yang banyak memiliki kelebihan ketimbang edisi sebelumnya Ext3. Untuk menangkal kemungkinan kehilangan data akibat efek fitur 'delayed allocation' saat komputer mati mendadak, maka pengembang proyek Fedora telah menambahkan fitur yang diambil dari kernel 2.6.30. Bila pengguna ingin menggunakan versi Ext3, sebaiknya F11 tidak di instalasi dari media LiveCD yang menginstal EXT4 'by default'. Opsi Ext3 dapat diperoleh bila menggunakan media instalasi standar, baik ia dalam bentuk DVD maupun CD.   

Fedora 11 juga meningkatkan konsol virtualisasi yang memudahkan 'task' untuk berpindah antar sistem operasi dari 'host' ke 'guest' atau sebaliknya. Perbaikan pada pembuatan 'Virtual Machine Creation Wizard' yang kini mendukung jenis hardware yang lebih luas, termasuk proses 'workflow' baru yang memberi kmudahan penerapan mesin virtual (VM).

Fedora menambahkan fitur pengamanan untuk teknologi virtualisasinya dengan menyertakan S-Vert. S-Vert sebenarnya tidak lain sebuah 'Security-Enhanced (SE) Linux' untuk virtual guests. Teknologi ini membantu administrasi lebih rinci terhadap setiap VM. Kecuali itu, Virtualization Manager untuk 'secure authentication' juga ditingkatkan dengan dukungan terhadap Simple Authentication and Security Layer (SASL).

Fitur lain yang mendapat perhatian Fedora Leonidas ini adalah penyertaan upgrade terhadap perkakas PackageKit untuk pengelolaan software desktop dengan kemampuan instalasi font secara otomatis. Ia juga mendukung 'fingerprint reader' lebih baik, sementara mengupdate sistem input yang mendukung user pengguna bahasa international.

Agar pengguna komunitas Fedora dapat berinteraksi lebih lancar dan 'real time' satu dengan lainnya, Leonidas menyediakan 'Fedora Community Portal'. Portal ini dibangun menggunakan framework baru bernama Moksha, yang mengintegrasikan frameworks lainnya seperti TurboGears dan stack dari Red Hat's AMQP. Mulanya portal ini disediakan untuk para programer pengembang Fedora saja, tapi diharapkan dalam satu tahun kedepan bisa menampung bidang lain seperti para artis disainer, penulis dokumentasi, penterjemah, dan lainnya.



Fedora 11 menyediakan media dukungan untuk arsitektur Intel dan AMD, baik untuk 32 (x86) maupun 64 bit (x86_64). Disamping itu tersedia dukungan untuk arsitektur prosesor PowerPC (ppc).

Untuk membangun F11, pengembang proyek Fedora menggunakan kompailer versi baru GCC 4.4. Aplikasi Thunderbird disertakan dengan versi 3.0 beta 2 dan Firefox versi 3.5 Beta 4. Aplikasi perkantoran yang disertakan adalah versi terkini OpenOffice 3.1. Desktop GNOME datang dengan versi 2.26.1. Sebagai aplikasi Instant-Messnager dipasang Pidgin (bukan Empathy lagi). Desktop KDE disertakan dalam versi 4.2.2, sementara versi 4.2.3 tersedia di repositori.

Daftar Fitur Leonidas termasuk:

  • 20-second boot time - from the moment you turn on the computer to the login screen; shutdown times were also reduced;
  • Default EXT4 install - the Fedora team took quite a bold step as the installation now defaults to this powerful new filesystem; experimental Btrfs support is also available;
  • New artwork - beautifully designed from boot to the desktop: birds, wavy ribbons and dark blues are part of the new theme;
  • Plymouth - offers beautiful, next generation graphical boot animation;
  • KDE 4.2.2 - the latest and greatest K Desktop Environment with all its eye-candy included
  • GNOME 2.26.1 - though there are no major changes, users will notice Brasero as the default CD/DVD burning tool, some minor interface tweaks, improved filesharing, better Microsoft Outlook support in Evolution and more;
  • Xfce 4.6 - many new features make the lightweight desktop environment much more efficient and production-ready;
  • Automatic Fonts & Mime Installer - enables third-party programs to automatically install required fonts, codecs or clipart;
  • Fingerprint reading - devices that provide this feature are supported in Fedora 11 out of the box and configuring them can be easily done through the Authentication Configuration utility;
  • ABRT - the Automatic Bug Reporting Tool is a very easy way to report bugs;
  • Nouveau - the Open Source Nvidia driver is now enabled by default;
  • Presto - updating the system will be much quicker as this yum plugin brings support for deltarpms, ensuring that only changed components are downloaded, not the whole packages;
  • Mozilla Firefox 3.5 Beta - a plethora of enhancements to the most popular open-source browser makes this a great choice;
  • Thunderbird 3 Beta - a great email client with improved performance and better IMAP support;
  • Xserver 1.6 - bringing improved performance and stability;
  • MiniGW - Windows cross-compiling has never been easier;
  • TigerVNC - now the default VNC client;
  • GCC 4.4, NetBeans 6.5, Python 2.6 and Git 1.6.2 are sure to increase development productivity;
  • OpenChange - out-of-the-box Microsoft Exchange access;
  • Improved Volume Control, now more user-friendly with per-application control and better handling of multiple speaker sets;
  • DeviceKit system service, providing better ways to monitor disks through the Palimpsest utility.

Installation & Quickstart Guide Fedora 11 [PDF]

Daftar Media tersedia untuk Leonidas

Get Adobe Flash player
Fedora 11 Leonidas

Get Adobe Flash player
Fedora 11 Installation