Artikel Terkini

Linux Mint 12 "Lisa" Edisi KDE Tela…

Linux Mint 12

Tim pengembang Linux Mint memperluas dukungannya untuk beragam desktop Linux dan  merilis edisi KDE dari distribusi Linux Mint 12 "Lisa". Linux Mint 12 KDE berbasis keluarga Ubuntu 11.10 "Oneiric... Read more

Home Software Produktifitas GNUmed Bantu Dokter Kelola Pasien
GNUmed Bantu Dokter Kelola Pasien
Senin, 23 Pebruari 2009 17:24

Proyek GNUmed mengembangkan software Open Source dan bebas sebagai Electronic Medical Record untuk membantu pelaku di bidang kesehatan seperti para dokter dalam hal mengelola data pasien. Dikembangkan secara gotong royong oleh para dokter dan pengembang software dari segala penjuru dunia. Ia dapat dengan bebas dimanfaatkan oleh siapa saja untuk mendokumentasi status kesehatan pasien, tidak terbatas kepada para dokter, physical therapists, occupational therapists, [dan lainnya...]



LiveCD GNUmed versi 0.3.10 baru dirilis. Menggunakan LiveDistro ini pengguna dapat langsung mencoba software GNUmed tanpa perlu ditanamkan ke hardisk atau melakukan konfigurasi khusus maupun setup.

Sebagai software bebas dan open source, GNUmed mengelola kegiatan praktika kesehatan hari-hari dan ia dapat dijalankan di semua sistem Unix-like seperti BSD, Linux, dan UNIX systems, Microsoft Windows, Mac OS X dan platform lainnya. (Panduan Instalasi paket aplikasi GNUmed klik disini: Debian GNU/Linux, openSUSE, Mandriva Linux, Fedora Linux, PCLinuxOS, Ubuntu Linux, Unix & Semua Linux, Mac OS X dan Windows).

Komunitas GNUmed aktif mengembangkan paket software medical yang open source, bebas, aman, menghormati privasi pasien menggunakan basis open standards, flexible, dan berfitur penuh. Kecuali itu ia mendukung jaringan (client-server architecture), easy to use, multi platform dan multi lingual.

GNUmed memanfaatkan komponen open source pihak ketiga yang telah teruji seperti open source DBMS PostgreSQL dan ia ditulis sebagian besar menggunakan bahasa pemrograman Python dan didukung graphical user interface (GUI) menggunakan WxPython sebagai basis.

Lisensi yang diterapkan GNUmed adalah GPL ( GNU Public License) menjamin hak penggunaan program:

  • the right to run the program, for any desired purpose.
  • the right to study how the program works, and modify it. (Access to the source code is a precondition for this)
  • the right to redistribute copies.
  • the right to improve the program, and release the improvements to the public. (Access to the source code is a precondition for this)

Referensi:

  • Daftar 50 Proyek Open Source untuk Sektor Medika lainnya silakan simak disini ...

Get Adobe Flash player
GNUmed Live

 

Langganan

Mandriva 2011 "Hydrogen" Telah Rilis

Mandriva 2011

Distributor Linux Mandriva telah merilis versi Mandriva 2011. Desktop Mandriva 2011 disamping fokus mengoptimalkan KDE, juga telah menerapkan jadwal siklus rilis baru yang berbeda dengan distro lain pada umumnya, termasuk menyediakan edisi dengan dukungan jangka panjang (LTS). Read more

Peningkatan Di Fedora 15 "Lovelock"

Peningkatan Di Fedora 15

Rilis Fedora Linux ke 15 yang namanya diambil dari nama kota Lovelock di wilayah Nevada, USA telah tersedia sejak satu bulan yang lalu. Distribusi ini mengemas fitur Gnome 3 sebagai desktop dan Systemd sebagai alternatif untuk Sysvinit dan Upstart,... Read more

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Sejak kehadiran Natty Narwhal akhir April 2011, banyak yang telah mencoba atau menggunakan seterusnya. Distribusi Linux moderen yang menggunakan Gnome sebagai desktop seperti IGN2011 misalnya, saat ini telah melakukan transisi dan beralih menawarkan Gnome 3 berikut fitur Gnome-Shell. Ubuntu... Read more

RHEL 6: Standar Baru Sistem Operasi Masa Depan

RHEL 6: Standar Baru Sistem Operasi Masa Depan

Bersama peluncuran generasi baru RHEL 6, Red Hat telah memamerkan hasil pengembangan selama tujuh tahun terakhir untuk produk utama berskala perusahan yang dirilis sekitar satu setengah bulan lampau. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya RHEL 6 membawa banyak pembaruan yang telah... Read more