Artikel Terkini

Majalah InfoLINUX 2012 MEI

Majalah InfoLINUX 2012 MEI

InfoLINUX edisi bulan Mei 2012 membahas sistem virtualisasi XEN sebagai topik utamanya, sekaligus memandu pengguna dalam membangun banyak server virtualisasi pada satu server utama. Sebagai bonus bulan ini disisipkan CD... Read more

Home Software Pemrograman x32-ABI: Aplikasi Linux 32-bit Lebih Cepat di 64-bit
x32-ABI: Aplikasi Linux 32-bit Lebih Cepat di 64-bit
Jumat, 09 September 2011 17:23

Menggunakan antarmuka binari x32-ABI untuk Linux yang baru, sebuah aplikasi 32-bit bisa dijalankan lebih cepat di perangkat berarsitektur 64-bit. Pengembang yang mengkompilasi program aplikasinya menggunakan ABI (Application Binary Interface) dijanjikan adanya peningkatan kecepatan sampai dengan 30 persen.

Seperti diketahui, Sistem Operasi Linux 64-bit umumnya bisa menjalankan aplikasi-aplikasi yang dikompail untuk 32-bit (dan tidak sebaliknya). Dilingkungan arsitektur x86, ada dua jenis ABI yang kerjanya sebagai antarmuka untuk mengakses sistem, yaitu i386 (32-bit) dan x86_64 (64-bit). Program 64-bit bisa jalan cepat karena memanfaatkan alamat memori (address) yang lebih lebar, namun juga lantaran bisa mengakses register-register yang jumlahnya lebih banyak. Hal ini juga adakalanya kurang bermanfaat atau jadi mubazir, disebabkan karena biasanya "integers and pointers" yang lebarnya 64 bit tidak efisien memproduksi kode pemrograman yang lebih besar.

Sebagai kompromis dikembangkan x32-ABI yang memiliki kekompakan kode pemrograman 32-bit, namun bisa mengakses jumlah register yang lebih banyak yang telah tersedia di prosesor arsitektur 64-bit. Solusi ini diakui memiliki kekurangan dalam hal kompatibilitas terhadap versi ABI regular 32-bit maupun dengan yang 64-bit, disamping juga keterbatasan pada jumlah memori yang bisa diaksesnya yaitu tidak lebih besar dari 4 GB. Namun untuk aplikasi-aplikasi 32-bit yang umumnya memerlukan tidak melampai keterbatasan tersebut, namun ingin ngacir lebih cepat, maka x32-ABI ini merupakan jalan keluar yang prima.

Untuk itu, aplikasi x32 harus dikompilasi ulang agar bisa jalan lebih cepat di x64 dan tidak perlu melakukan perubahan di kode sumbernya apabila pemrogramannya telah portable. Kecuali itu, proyek x32-ABI telah mengembangkan komponen yang ditambahkan di perkakasan kompiler (Compilertools) seperti GCC, GDB, Binutils dan Glibc. Patches di kernel Linux untuk mengimplementasikan ABI baru ini, juga disebutkan telah tersedia. Walaupun belum resmi disertakan dalam perubahan kernel Linux, namun diskusi menuju kesitu sedang berlangsung secara positif.

ABI jenis baru x32-ABI untuk Linux ini dikembangkan oleh pakar-pakar Linux H.J. Lu dan H. Peter Anvin yang tidak asing lagi dilingkungan pengembangan sistem operasi Linux.

Hasil Benchmark yang diragakan di situs x32-ABI diakui masih belum sempurna karena menurut pengembangnya perkakas x32- Compiler masih perlu dioptimalkan. Kendati demikian, data yang dipamerkan sudah jelas menunjukkan peningkatan kecepatan yang dihasilkan berkat kompilasi menggunakan x32-ABI. Barang siapa yang ingin langsung mencoba kebolehan x32-ABI, silakan menyimak panduan menggunakan distro Linux Fedora yang tersedia di situs proyek ini.

 

Langganan

Mandriva 2011 "Hydrogen" Telah Rilis

Mandriva 2011

Distributor Linux Mandriva telah merilis versi Mandriva 2011. Desktop Mandriva 2011 disamping fokus mengoptimalkan KDE, juga telah menerapkan jadwal siklus rilis baru yang berbeda dengan distro lain pada umumnya, termasuk menyediakan edisi dengan dukungan jangka panjang (LTS). Read more

Peningkatan Di Fedora 15 "Lovelock"

Peningkatan Di Fedora 15

Rilis Fedora Linux ke 15 yang namanya diambil dari nama kota Lovelock di wilayah Nevada, USA telah tersedia sejak satu bulan yang lalu. Distribusi ini mengemas fitur Gnome 3 sebagai desktop dan Systemd sebagai alternatif untuk Sysvinit dan Upstart,... Read more

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Sejak kehadiran Natty Narwhal akhir April 2011, banyak yang telah mencoba atau menggunakan seterusnya. Distribusi Linux moderen yang menggunakan Gnome sebagai desktop seperti IGN2011 misalnya, saat ini telah melakukan transisi dan beralih menawarkan Gnome 3 berikut fitur Gnome-Shell. Ubuntu... Read more

RHEL 6: Standar Baru Sistem Operasi Masa Depan

RHEL 6: Standar Baru Sistem Operasi Masa Depan

Bersama peluncuran generasi baru RHEL 6, Red Hat telah memamerkan hasil pengembangan selama tujuh tahun terakhir untuk produk utama berskala perusahan yang dirilis sekitar satu setengah bulan lampau. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya RHEL 6 membawa banyak pembaruan yang telah... Read more