Artikel Terkini

Majalah InfoLINUX 2012 MEI

Majalah InfoLINUX 2012 MEI

InfoLINUX edisi bulan Mei 2012 membahas sistem virtualisasi XEN sebagai topik utamanya, sekaligus memandu pengguna dalam membangun banyak server virtualisasi pada satu server utama. Sebagai bonus bulan ini disisipkan CD... Read more

Artikel Terkait

Home Products Teknologi Frankencamera: Riset Fotografi Open Source
Frankencamera: Riset Fotografi Open Source
Minggu, 06 September 2009 12:29

Frankencamera adalah alat potret Open Source asal Stanford dengan kemampuan yang merevolusikan dunia fotografi digital. Kamera yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Stanford itu dibangun untuk membantu penelitian dan inovasi dalam mengembangkan algoritma yang nantinya menyederhanakan proses pemotretan digital.


Software dan basis pengembangan Open Source yang diadopsi untuk mengembangkan kamera Franken ini diharapkan akan mendorong kolaborasi para peneliti secara global guna mengajar trik-trik baru untuk dunia fotografi digital yang telah ada.

Dengan hardware yang sangat variabel dan bebas di konfigurasi itu, dimungkinkan oleh kamera open source ini diprogram bebas untuk menghasilkan kemampuan tak terbatas.

Seperti monster Frankenstein, prototipe kamera ini dibangun menggunakan aneka komponen dari industri fotografi dan yang terkait namun semuanya terkendali dengan tugas dan kemampuannya masing-masing. Ia didisain agar mudah ditanamkan platform software open source. Dengan demikian pengguna dapat mengembangkan lebih lanjut atau menambahkan fitur yang di inginkan. Fitur seperti umumnya ditemukan pada kamera digital yang ada dipasaran juga disediakan untuk kamera eksperimen ini. 



Kamera protipe "Camera 2.0" yang dijuluki "Frankencamera" dapat dikendalikan untuk mengatur exposure, kecepatan rana, fokus, white balance, modus lampu kilat secara akurat.

Sistem Operasi Linux yang digunakan memungkinkan pengguna menulis algoritma pemotretan yang diinginkan dan pemrosesan untuk penyempurnaannya langsung dilakukan di kamera, seperti halnya saat ini hanya bisa dilakukan secara terpisah di komputer lain menggunakan program grafis.

Pengembang Frankencamera menjanjikan dalam satu tahun kedepan mengoptimasi kemampuan perangkat tersebut kemudian pertama-tama menyediakannya tanpa menarik keuntungan kepada pengembang, peneliti dan mahasiswa. Setelah itu pengguna pribadi atau juru potret profesional maupun para entusias terhadap kamera bisa memiliki kamera impian dengan kemapuan efek tak terhingga ini.

Seperti pada proyek-proyek Open Source lainnya, diharapkan suatu saat untuk Frankencamera tersedia software di lumbung repositori masing-masing distro pemotretan, yang akan memberikan kemampuan tambahan dalam segala urusan dan selera pemotretan dan bebas untuk diunduh.

Contoh penggunaan yang konkrit menurut pengembangnya adalah fotografi HDR (High Dynamic Range), dimana penangkapan gambar yang sama diulang dengan pencahayaan intensitas berbeda kemudian menggabungkannya dalam satu gambar menghasilkan gambar dengan kontras yang sangat tinggi. Memang hal seperti itu dapat diproses kemudian secara manual di PC, namun Frankencamera dapat melakukan perhitungan dan memroses secara instant di kamera.

"Banyak hal yang tidak bisa dilakukan menggunakan kamera digital yang tersedia dipasaran, - misalnya perintah yang harus dilakukan berdasarkan algoritma pengukuran pencahayaan maupun autofokus dalam kurun waktu beberapa mikro detik, - apakah lampu kilat harus disulut disusul perubahan fokus kemudian menyalakan lampu kilat," kata Marc Levoy, Profesor untuk Sain Komputer di Universitas Stanford menguatkan keberadaan Frankencamera.

Grup yang dipimpin Levoy merakit hardware kamera dari berbagai komponen: misalnya Chip sensor berasal dari hape Nokia N95, lensa dari Canon, motherboard bersasal dari Texas Instruments yang diatasnya dijalankan sistem operasi Linux, termasuk sebuah layar monitor LCD yang semuanya dikemas dalam kotak rancangan sendiri.

Proyek ini disokong dan disponsori oleh sejumlah vendor terkait seperti Kodak, Nokia, dan Adobe Systems. Sebelum nantinya (satu tahun lagi) sistem operasi berikut paket software dibebaskan sebagai open source, Kodak dan Hewlett-Packard akan ikut berperan dan memberikan kontribusinya.

Informasi selebihnya (news, spesifikasi)

Get Adobe Flash player
Stanford professor Marc Levoy

 

Langganan

Mandriva 2011 "Hydrogen" Telah Rilis

Mandriva 2011

Distributor Linux Mandriva telah merilis versi Mandriva 2011. Desktop Mandriva 2011 disamping fokus mengoptimalkan KDE, juga telah menerapkan jadwal siklus rilis baru yang berbeda dengan distro lain pada umumnya, termasuk menyediakan edisi dengan dukungan jangka panjang (LTS). Read more

Peningkatan Di Fedora 15 "Lovelock"

Peningkatan Di Fedora 15

Rilis Fedora Linux ke 15 yang namanya diambil dari nama kota Lovelock di wilayah Nevada, USA telah tersedia sejak satu bulan yang lalu. Distribusi ini mengemas fitur Gnome 3 sebagai desktop dan Systemd sebagai alternatif untuk Sysvinit dan Upstart,... Read more

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Natty Narwhal: Pembaruan Di Ubuntu 11.04

Sejak kehadiran Natty Narwhal akhir April 2011, banyak yang telah mencoba atau menggunakan seterusnya. Distribusi Linux moderen yang menggunakan Gnome sebagai desktop seperti IGN2011 misalnya, saat ini telah melakukan transisi dan beralih menawarkan Gnome 3 berikut fitur Gnome-Shell. Ubuntu... Read more

RHEL 6: Standar Baru Sistem Operasi Masa Depan

RHEL 6: Standar Baru Sistem Operasi Masa Depan

Bersama peluncuran generasi baru RHEL 6, Red Hat telah memamerkan hasil pengembangan selama tujuh tahun terakhir untuk produk utama berskala perusahan yang dirilis sekitar satu setengah bulan lampau. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya RHEL 6 membawa banyak pembaruan yang telah... Read more