Artikel Terkini

Linux Mint 12 "Lisa" Edisi KDE Tela…

Linux Mint 12

Tim pengembang Linux Mint memperluas dukungannya untuk beragam desktop Linux dan  merilis edisi KDE dari distribusi Linux Mint 12 "Lisa". Linux Mint 12 KDE berbasis keluarga Ubuntu 11.10 "Oneiric... Read more

Home Open_Source eGov Belanda Utamakan Open Source Biarpun Lebih Mahal
Belanda Utamakan Open Source Biarpun Lebih Mahal
Minggu, 01 Maret 2009 23:07
Kementrian Perdagangan Luar Negeri Negeri Belanda bertekad untuk migrasi menggunakan software Open Source walaupun adanya kemungkinan mengeluarkan biaya lebih banyak. Dengan melibatkan pemasok tertentu bisa jadi migrasi akan lebih sulit dan bahkan lebih mahal. Migrasi yang dimaksud bukan sekedar beralih dari software proprietari ke open source, melainkan harus dipastikan memenuhi open standard yang diinginkan.

Mengutip ungkapan Menteri Perdagangan Luar Negeri Frank Heemskerk, open standard menawarkan keuntungan jangka panjang termasuk interoperabilitas dan biaya yang lebih rendah. Biaya untuk migrasi bukanlah sebuah hambatan: "Open standards offer long term benefits, including interoperability and lower costs. At times a migration to such software can be tricky, but public administrations will be supported in these cases", pesan yang disampaikan sebelumnya oleh Pak Menteri menjawab keraguan tentang pengadaan software di kota Utrecht seraya menjanjikan bantuan untuk seluruh jajaran pemerintah dalam hal migrasi.

Pada bulan Desember lalu pemerintah kota Utrecht melelang pengadaan 4.000 desktop untuk menggantikan desktop yang ada. Dalam dokumen lelang disebutkan pengadaan lisensi Windows-XP dan distribusi Linux. Pusat Sumberdaya untuk Open Standard dan Open Source Belanda (NOiV) menyampaikan kritik terhadap proses pengadaan yang melanggar ketentuan dengan menyebutkan nama produk tertentu.

Sehubungan dengan kasus pengadaan di Utrecht tersebut, menteri perdagangan Heemskerk menekankan bahwa adminitrasi publik (pemerintah) seharusnya tidak mempersoalkan biaya dalam hal migrasi ke sistem alternatif: "If comparable open source solutions are available, these should be preferred. (Public administrations should not) select proprietary solutions just because they are cheaper."

Informasi selengkapnya ...
 

Berita IGOS

Langganan