Artikel Terkini

Majalah InfoLINUX 2012 MEI

Majalah InfoLINUX 2012 MEI

InfoLINUX edisi bulan Mei 2012 membahas sistem virtualisasi XEN sebagai topik utamanya, sekaligus memandu pengguna dalam membangun banyak server virtualisasi pada satu server utama. Sebagai bonus bulan ini disisipkan CD... Read more

Home Open Source Ihwal Distro 15 Tahun Kernel Linux
15 Tahun Kernel Linux
Sabtu, 14 Maret 2009 13:44

Limabelas tahun lampau 14 Maret 1994 kernel Linux versi 1.0 diluncurkan. Sejarah pengembangan Linux tercatat telah diawali tiga tahun sebelumnya, dimulai pada tanggal 25 Augustus 1991, yaitu ketika Linus Torvalds mengajak komunitas bergotong royong mengembangkan sebuah kernel Linux.


Pengumuman rilis stabil perdana Linux 1.0 ini diposting di milis comp.os.linux.announce:

"Finally, here it is. Almost on time (being just two years late is 
peanuts in the OS industry), and better than ever:
	Linux kernel release 1.0
This release has no new major features compared to the pl15 
kernels, but contains lots and lots of bugfixes: all the major 
ones are gone, the smaller ones are hidden better. 
Hopefully there are no major new ones." 


Sebagai sebuah kernel, Linux telah memberi kontribusi atas terbentuknya sebuah Sistem Operasi menjadi GNU/Linux keluarga UNIX sebagaimana didambakan Richard M. Stallman sejak 1983 dengan proyek GNU -nya.  GNU menyediakan text editor, sebuah kompiler beserta alat pemrograman lainnya, pustaka/libraries, filesystems, utilities, dan banyak lainnya. Berkat proyek GNU telah tersedia semuanya apa yang dibutuhkan untuk melengkapi kernel agar bisa menjadi sebuah sistem operasi.

Si Pingu (Linux) telah hadir pada kondisi dan momentum yang tepat, mengisi kekurangan GNU (yang saat itu juga memiliki proyek kernel bernama Hurd, namun ia kalah cepat kendati dikembangkan lebih awal). Sebuah perkawinan yang ideal antara GNU dan Linux ini menjadikan alasan bagi Stallman mengapa ia bersikeras menyarankan penggunaan nama GNU/Linux terhadap setiap distribusi (distro) yang dibangun menggunakan kedua komponen tersebut. Disisi lain acapkali diperdebatkan di kalangan FOSS yang mempermasalahkan Linux misalnya dengan mengatakan Linux adalah 'kernel doang' bukannya sebuah sistem operasi, dan seterusnya.
 

Banyak hal yang positif diperoleh berkat adanya FOSS. Apa yang terjadi andaikan Linux tidak berkembang seperti yang terjadi saat ini, dan bayangkan andaikan software proprietari saja yang menguasai dunia, maka:

  • Menggunakan Internet akan menjadi sangat mahal dan laju penyebaran infomasi menjadi lambat, situs di internet menjadi ekslusif oleh dan untuk golongan terbatas;
  • Semua konten dibatasi oleh DRM dan Trusted Computing;
  • Tidak ada OpenSSL, OpenSSH, PGP, file encryption tools berbasis FOSS, VoIP, free Firewall dengan IPTables dan tidak ada proyek Open Source yang jumlahnya kini telah mencapai seperempat juta;
  • Windows adalah segalanya, UNIX yang sangat mahal akan membebani perusahan, menurunkan efisiensi;
  • Tidak ada layanan seperti Wikipedia, tidak ada konten Creative Common, tidak ada Facebook dan sejenisnya atau kalau ada harus bayar, tidak ada IGOS, dst...

Berkat FOSS, dunia TI telah diselamatkan oleh tersedianya sebuah pilihan, sebagai hasil dari sebuah kemerdekaan.


Happy Birthday Linux Kernel, Merdeka!


Get Adobe Flash player
15 years Linux: past and future

 

Berita IGOS

Langganan