Artikel Terkini

Linux Mint 12 "Lisa" Edisi KDE Tela…

Linux Mint 12

Tim pengembang Linux Mint memperluas dukungannya untuk beragam desktop Linux dan  merilis edisi KDE dari distribusi Linux Mint 12 "Lisa". Linux Mint 12 KDE berbasis keluarga Ubuntu 11.10 "Oneiric... Read more

Home Open_Source Komunitas Upaya Peremajaan Open Source Initiative (OSI)
Upaya Peremajaan Open Source Initiative (OSI)
Rabu, 16 Juni 2010 11:27

Dibalik seksesnya keberadaan Open Source Initiative ( OSI) yang didirikan pada tahun 1998 oleh para pencetus gerakan sumber terbuka Eric Raymond dan Bruce Perens, acapkali masih terlontar kritik yang menyebutkan bahwa organisasi ini kurang banyak melakukan gerakan atau bahkan muncul anggapan telah membelokkan idea software bebas ke arah yang salah. Menurut Simon Phipps, mantan ketua bidang open source di Sun Microsystems dan salah satu dewan pimpinan OSI saat ini, keberadaan OSI bagaimanapun juga penting dan perlu, dan saat ini masih terlalu kecil agar ia bisa bekerja lebih efektif.

Ketika OSI didirikan (1998) kemudian mengumandangkan idea open source,  perusahan atau bisnis belum dapat memulai sesuatu dari sekedar filosofi dan prinsip sebuah software bebas. Menurut Phipps, lantaran bisnis bukannya individu maka diperlukan proyeksi pragmatis yang kemudian terbentuk menjadi keyakinan pemahaman terhadap istilah “Open Source”. Upaya untuk menseleksi dan mendukung lisensi hak cipta bebas disamping advokasi, diakui Phipps merupakan keberhasilan yang telah diraih OSI. Namun kini zaman telah berganti, OSI perlu melakukan lebih dari itu.

Zaman sekarang, menurut Phipps di masyarakat telah terbentuk pemahaman yang dewasa tentang tema Open Source. Paradigma baru seperti munculnya Cloud computing tidak lagi cukup ditangani sekedar dengan definisi software bebas dan meniliknya dari keterbukaan sumbernya belaka. OSI kedepan harus lebih gigih mengantisipasi trend yang ada yaitu menuju keterbukaan konten dan Cloud Computing.

Disamping itu OSI harus tetap berupaya meningkatkan kesadaran konsumen terhadap pemanfaatan FOSS, agar setiap siswa dan mahasiswa generasi mendatang paling tidak telah memahami tentang Open Source ketika mereka meninggalkan institusi pendidikan, juga agar perusahan-perusahan besar, institusi pemerintahan dan organisasi independen bisa turut mendukung dan berperan aktif. Program mendukung sertifikasi lisensi tetap dilanjutkan tapi dengan upaya menghindari penambahan jenis lisensi baru.

Bila dimasa lampau OSI merupakan organisasi tertutup, maka hal ini segera akan berubah. Dewan pimpinan OSI akan dibatasi masa jabatannya, dan dalam dua tahun kedepan kebanyakan anggota dewan akan meninggalkan OSI dan diganti dengan merekrut pejabat baru. Phipps berpendirian untuk membuka organisasi ini untuk siapa saja yang berminat, termasuk kriteria untuk keanggotaannya.

Artikel selengkapnya dalam bahasa Inggris silakan baca disini:
http://opensource.com/government/10/6/new-and-better-open-source-initiative

 

Berita IGOS

Langganan