Artikel Terkini

Linux Mint 12 "Lisa" Edisi KDE Tela…

Linux Mint 12

Tim pengembang Linux Mint memperluas dukungannya untuk beragam desktop Linux dan  merilis edisi KDE dari distribusi Linux Mint 12 "Lisa". Linux Mint 12 KDE berbasis keluarga Ubuntu 11.10 "Oneiric... Read more

Artikel Terkait

Home Open_Source Komunitas Diaspora: Demi Privasi Melawan Facebook
Diaspora: Demi Privasi Melawan Facebook
Jumat, 21 Mei 2010 23:57

Empat Geeks asal New York yang mendambakan sebuah jejaring sosial bebas dan aman membidani sebuah proyek Open Source "Diaspora". Momentum untuk proyek Anti-Facebook ini dinilai banyak pengamat cukup tepat, terutama sejak pengelola Facebook menawarkan fitur OpenGraph yang menuai banyak kritik. Namun apakah empat mahasiswa berumur antara 19 sampai 22 tahun ini akan mampu menandingi raksasa Facebook yang telah mengantongi pengekor tidak kurang dari 400 juta user itu?.

Mengapa tidak?, ambil saja Mark Zuckerberg sebagai panutan yang berhasil membangun Facebook dari nol, termasuk juga perusahan seperti Microsoft dan Apple yang praktis semuanya diawali dari sebuah garasi.

Ilya Zhitomirskiy (20), Dan Grippi (21), Max Salzberg (22) dan Raphael Sofaer (19) adalah nama-nama dan pendatang baru yang mengawali perjalanan dan berpotensi menjadi "The Geeks who killed Facebook" dalam dunia jejaring sosial. Mereka ingin membuat jejaring sosial yang beda dari yang telah ada dengan memberikan kedaulatan sepenuhnya kepada user untuk melindungi atau menepis penyalahgunaan data pribadi mereka.

Idea membuat Diaspora terinspirasi ketika empat sekawan ini mendengar ceramah tentang "Internet privacy" yang disampaikan Eben Moglen, profesor bidang hukum Universitas Columbia dan pengacara yang membantu Free Software Foundation membidani lisensi GPL v3. Moglen mengingatkan bahwa dalam kehidupan digital masa kini kian hari bertambah banyak identitas pribadi masyarakat yang terkumpul di perusahan penyediakan jasa di "cloud" seperti di jejaring sosial Facebook yang diakui rawan terhadap penyalahgunaan data pribadi dan pengguna tidak memiliki hak kendali terhadap data yang direkam.

Proyek open source Diaspora adalah sebuah proyek jejaring sosial yang tidak dikendalikan terpusat melainkan dibangun dengan jaringan desentralisasi dimana setiap pengguna atau kelompok memiliki hak kendali terhadap data dalam server masing-masing yang disambungkan ke Internet. Walaupun konsep seperti ini pernah ada, tapi belum ada yang mendapat sambutan entusias seperti apa yang dialami Diaspora saat ini.

Agar pemrograman sistem Diaspora dapat dimulai, maka empat pemrogram open source ini telah membuka akun pengumpulan dana selama 39 hari di layanan Crowdfunding Kickstarter dengan harapan mendapatkan sokongan sebesar 10.000 dollar dari komunitas. Jumlah dana itu pas sebagai pengganti Summer-Job yang diperkirakan cukup untuk membiaya konsumsi selama tiga bulan menyelesaikan pemrograman Diaspora. Kode sumber dari hasil pemrograman akan dibebaskan untuk publik (berlisensi Affero GPL) akhir musim panas tahun ini.

Sambutan publik terhadap proyek ini ternyata luar biasa mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap jejaring sosial yang menjamin privasi mereka. Bagaikan "Koin Peduli Prita", pada hari ke 12 telah tercapai target 10.000 dollar dan 12 hari sebelum ditutup (dijadwalkan tanggal 1 Juni 2010), dana terkumpul mencapai 176.656 dari 5361 penyokong. Pertumbuhan selanjutnya dapat dipantau di situs Kickstarter.

Intinya, Diaspora merupakan jejaring sosial berbasis Peer-to-Peer dengan tingkat privasi yang dapat diatur dan tidak dikontrol oleh pusat sebuah penyedia layanan. Diaspora memanfaatkan data yang disediakan komunitas disalin ke simpul jaringan pengguna dan setelah di koreksi, bila diinginkan dapat dikembalikan ke jejaring Facebook, Flickr atau lainnya. Untuk memungkinkan komunikasi antar jejaring sosial digunakan aneka plug-ins. Agar mudah dikembangkan, arsitektur Diaspora dirancang fleksibel dengan kernel yang ringan.

Dibalik dukungan dan entusias publik, proyek ini juga tidak bebas dari kritik. Sementara proyek Diaspora masih sebuah "cetak biru", sudah ada beberapa proyek serupa termasuk proyek open source seperti onesocialweb yang sudah berjalan menggunakan standar messaging XMPP dan telah menerbitkan modul awal yang berfungsi. Lalu mengapa harus memulai satu lagi dari awal?.

Get Adobe Flash player
Introduction to diaspora

Get Adobe Flash player
Eben Moglen - Freedom in The Cloud

 

Berita IGOS

Langganan