Artikel Terkini

Majalah InfoLINUX 2012 MEI

Majalah InfoLINUX 2012 MEI

InfoLINUX edisi bulan Mei 2012 membahas sistem virtualisasi XEN sebagai topik utamanya, sekaligus memandu pengguna dalam membangun banyak server virtualisasi pada satu server utama. Sebagai bonus bulan ini disisipkan CD... Read more

Home Open Source Komunitas Open Source vs. Freedom
Open Source vs. Freedom
Senin, 26 Oktober 2009 10:57

Gerakan Free (bebas) Software, atau sofware swatantra yang diawali oleh Richard M. Stallmann ( RMS) pendiri yayasan Free Software Foundation adalah dicanangkan guna menjamin kelangsungan  penyebarluasan software bebas sejak peluncuran proyek GNU pada tahun 1983.

 



Sebagai landasan untuk menjamin ruang gerak software bebas, RMS telah menciptakan lisensi GPL yang paling banyak diadopsi untuk produk sumber terbuka sampai saat ini. Walaupun Free Software dan Open Source di lapangan pada prinsipnya  mengacu kepada materi dan pelaku yang sama, namun bagi RMS kenyataan itu tidak diterima begitu saja.

Dari sudut pandang RMS, (istilah) Open Source telah gagal membela kebebasan (freedom) pengguna. Open Source telah di asimilasikan dengan Free Software, namun menurut RMS dengan tujuan dan idealisme yang bertentangan dengan Gerakan Free Software.     

Gara-gara kepentingan yang diperlukan untuk meyakinkan dunia bisnis, istilah Free Software telah diplesetkan menjadi Open Source dan dianggap telah melunturkan idealisme kebebasan yang dianut Free Software sejak kelahirannya.

Alasannya, ditegaskan Stallman secara gamblang dalam sebuah esai di situsnya yang mengatakan bahwa advokasi open source telah memperlambat penularan isu fundamental tentang kebebasan yang menyadi akar dari Gerakan Free Software. Open Source lebih mengkedepankan isu-isu seperti biaya, kehandalan, keamanan, kinerja dan inovasi, termasuk kemungkinan mengakses dan memodifikasi kode sumbernya, ketimbang isu kebebasan (freedom).

Sejatinya, gerakan berlabel Open Source telah menerima banyak materi pemrograman yang berasal dari gerakan Free Software, namun Open Source dituding kurang memperhatikan "fundamental freedoms," bagaikan "Kacang Lupa akan Kulitnya!".



Mengamati hal tersebut, Richard M. Stallman tiada letihnya mengingatkan kembali tentang makna dan pentingnya kebebasan yang diusung Gerakan Free Software, baik dalam bentuk tulisan maupun seminar di seluruh dunia.

Tanpa mengerti apa makna sesungguhnya dari Free Software, publik akan lebih banyak mengasosiasikan Free Software sekedar sebagai software yang dapat diunduh dari Internet saja. Untuk itu Stallman mengatakan bahwa open source tidak berhasil menyampaikan dan mempromosikan tujuan utama yang diusung Free Software.

 

Berita IGOS

Langganan